31 January 2013

Kasus dugaan suap yang melibatkan Presiden PKS dan PT Indoguna Utama

Kasus dugaan suap daging
impor yang menyeret Presiden PKS
Luthfi Hasan Ishaaq tak ayal akan
membentuk persepsi negatif di
masyarakat terhadap partai
berlambang bulan sabit kembar itu.
Padahal, PKS selama ini selalu
membentuk citra sebagai partai
bersih. Namun harap maklum, kader
PKS juga manusia biasa.
"PKS bukan kumpulan para malaikat
yang bersih dari cacat dan noda,"
kata salah seorang pendiri PKS,
Yusuf Supendi, saat ditemui di
kediamannya di Jalan LAPAN V
Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur,
Kamis (31/1/2013).
Yusuf mengatakan kader-kader PKS
adalah manusia biasa yang bisa
tergoda uang dan kekuasaan. Yusuf
mengaku tak kaget ketika Luthfi
dijadikan tersangka oleh KPK.
"PKS bukan kumpulan manusia-
manusia yang tidak lepas dari
kesalahan dan kekhilafan, terutama
terperdaya dengan uang, kekuasaan
dan gengsi," imbuhnya.
Semalam Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) memastikan anggota
DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq
sebagai tersangka kasus suap impor
daging.
Luthfi dijerat pasal 12 a atau b,
pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No
31 tahun 1999. Saat ini Luthfi masih
diperiksa di KPK.
Luthfi membantah menerima uang
suap daging impor. Dia menegaskan
tak ada kader PKS, termasuk dirinya,
yang menerima uang suap tersebut.
"Tetapi sudah barang tentu
informasi tentang penyuapan itu,
andai itu benar sudah barang tentu
saya tidak menerimanya. Tidak saya,
tidak pula kader partai, tidak
menerima tindakan yang seperti itu,"
kata Luthfi di markas PKS, di Jl TB
Simatupang, Jakarta, Rabu
(30/1/2013) malam.
Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid
juga menegaskan PKS tetap
berkomitmen dalam memberantas
korupsi meski ada kasus yang sedang
menimpa kadernya. "Kami akan tetap
survive untuk memberantas korupsi,"
imbuh pria yang juga mantan
Presiden PKS itu di tempat yang
sama.

No comments:

Post a Comment

Jangan Ragu untuk Berkomentar... Ayo kamu bisa....