25 February 2009

Film Generasi Biru Slank

Kemarin saya setelah stress seharian dikantor saya langsung melarikan diri ke mall terdekat buat re-pressing loh salah ya refreshing biar ga stress2 amat, di mall banyak sekali orang2 berkumpul untuk sekedar melihat lihat atau sengaja untuk dilihat-lihat, nggak tau kenapa saya sangat suka sekali posting tentang kegiatan saya di mall, entah itu nonton dibioskop, menceritakan cerita filmnya hingga saya seperti kritikus film yang benar2 gadungan, makan di foodcourt, jungkir balik di eskalator, atau kejar2an dengan satpam. Entah mengapa mengapa entah yang dientah-entahkan saya sangat suka sekali hang-out setelah pulang kerja, tetapi hang-out dan out-hang sangatlah berbeda, percayalah karena hang-out berarti digantung diluar sama seperti yesterday afternoon kids yang bermakna bocah kemarin sore hehehe....


Kebetulan sekali hari ini adalah hari selasa, hari dimana senin telah berlalu dan hari dimana esok rabu akan bersinar maka dari itu hari rabu berada tepat dibelakang hari kamis disusul hari jumat dan hari sabtu datang menyusul pelarian hari minggu, benar – benar kata2 yang sangat tidak penting, dihari selasa ini kebetulan sekali saya melarikan diri ke mall terdekat yaitu bekasi skwer tekewer tekewer, mall yang benar2 bagus dan mall yang benar2 sepi dari pengunjung, mall yang tersudut dipinggiran sekali tapi bagi saya ini adalah berkah, seperti menemukan tempat rahasia diwaktu kecil, seperti dirumah sendiri seperti dikamar sendiri, memang terdengar norak dan bersahaja namun...




 
Saat ini saya sedang berada didepan poster film slank generasi biru yang terpampang didepan mata saya, namun saya lihat sekeliling bioskop tampak sepi yah maklumlah karena ini hari selasa hari dimana senin telah berlalu dan hari dimana esok rabu akan bersinar maka dari itu hari rabu berada tepat dibelakang hari kamis disusul hari jumat dan hari sabtu datang menyusul pelarian hari minggu, benar – benar kata2 yang sangat tidak.....ok.... lanjut, karena tertarik maka saya memutuskan untuk membeli sebuah tiket untuk pertunjukan film slank tersebut.

Sebelumnya saya sempat berpikir ”umm...menonton film garin nugroho adalah menonton film berat”, otak saya harus bekerja keras menonton film ini, iya dan tidak sempat berkecamuk dalam hati namun apadaya tiket sudah ditangan dan itu mengharuskan saya memasuki gedung film yang akan memutar film ”slank” yeeeaaaaahhhh....., dan ternyata benar saat pertama kali duduk saya sudah merasakan ”berat” dalam penglihatan saya, film ini banyak menyuguhkan seni seni art performance yang sangat susah dicerna oleh saya yang notabene sangat buta seni.

 
Ada manusia yang melangkah bak serigala, lalu memanjat tiang2 bambu, ada nadine chandrawinata yang tiba2 sakaw lalu ditolong oleh beberapa pemuda yang ternyata sakaw juga, memang saya juga heran mengapa mereka harus melakukan itu, mungkin itu adalah seni, terlihat pula bunda ifet yang berdiri didepan sekumpulan tanda baca yang dipakai oleh penyandang cacat tuna wicara, sembari menunjukan jari jemari yang mengisyaratkan kata ”hilang” mengapa hilang saya juga tidak tahu, lalu beberapa pantomim mempertontonkan beberapa adegan pantomim yang lucu, pemain pantomim bahkan sangat familiar karena pernah saya tonton di sketsa trans tv, beberapa anggota slank menari tak tentu arah sambil membuka resleting celananya lalu menyemprotkan sesuatu dari dalam tubuh mereka. Seperti cairan yang begitu besar tenaganya hingga orang lain terpental jatuh ketanah.

Satu hal yang saya dapat dari film ini adalah saya baru tahu kalau didada kaka terdapat tatoo bertuliskan ska, dan saya sudah tahu kalau kaka slank adalah juara nomor satu dalam hal ”Six Pack”.
Kalau saya boleh menyebut atau mengartikan, film ini bagaikan lukisan yang disatukan dalam satu media dimana tiap gambar merupakan simbol tiap gambar merupakan makna yang tersirat dari lagu2 slank, malah kalau saya yang awam seni ini mengartikan kalau ini adalah penggambaran bagaimana slank dapat menggerakkan seluruh pemuda indonesia untuk berhenti dari narkoba karena ada sebagian adegan yang menampilkan bagaimana seorang pemuda itu berhenti dari kecanduannya karena surat yang ditulis oleh slank untuk para slankers agar meninggalkan barang haram tersebut, bahkan terselip kata jihad dalam surat tersebut, bahkan saya tertawa ketika ada slankers dari kota dili berteriak ”viruuuuusss slengker” saya langsung terkejut dan tertawa.

Sepanjang film jujur saya Cuma bisa geleng2 kepala nggak ngerti maksud film ini, begitu juga sama seperti penonton yang lain yang cuma bisa bilang ”apaan sih maksudnya?”, atau ”apaaa seeeech?”, beda sekali ketika saya menonton film jagad kali code yang ringan dan lucu karena bergenre komedi, namun saya terhibur kok nonton film ini, seenggak-enggaknya saya nggak tidur selama pertunjukan berlangsung.

Yess...akhirnya gue bisa posting make kata saya, bukan gue lagi.

19 February 2009

Howard Schultz, Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia

Halo kawan2 pakabar, hehehe...bingung mo nulis apa tiba2 ada majalah perusahaan yang gue baca artikelnya dan menurut gue menarik terus gue scan dan gue copy textnya ke blog ini, boleh ya...artikelnya pak andrie wongso menarik buat gue dan ijinkan saya untuk menguploadnya ke blog ini ya pak andrie wongso please....



Scan... and....scan.... and oh no edit edit edit.....syat...syuuut...wuuuiiiit....



take a seat relax and enjoy.... *yang pewe ya bacanya*

*pop corn mbak satu!* uhuuuiii asik ni adem benerrrr.....



So inilah yang gue barusan baca tadi...



Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan. bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara?

Menyerah? Atau malah makin bergairah?

Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda. Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks.

"Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau?Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil?Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi" itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.

Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori jones Yang- Pour Your Heart into it; Bagaimana Starbucks membangun sebuah perusahaan secangkir demi secangkir. bagaimana ia merintis "cangkirdemi cangkir" dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.


Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai.

Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas."Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu.baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru.

Meski.begitu Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan starbukcs. Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri.Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berhutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.

Tekad itu terwujud dan bahkan-dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya.Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawannya dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.

Kini dibantu dengan CEO yang diperbantukannya Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang diseluruh dunia. Iajuga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan disisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.

Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalarn mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan "memanusiakan" semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.



-the end-



Credit title

Yang baca
Kenyo

Yang menciptakan artikel
Pak Andrie Wongso

Yang nyengir2 trus manggut2 pas baca artikel ini
Kenyo

Yang nge-scan
Kenyo

Yang bolak-balik halaman
Kenyo

Yang ngedit gara2 textnya amburadul
Kenyo

Yang ngupload ke blogger
Kenyo

Yang nyuguhin popcorn
Kenyo

Hehehe....semua kenyo...dunia kenyo...

Btw pas temen kantor gue baca artikel dimajalah ini (si ririn), dia juga ngaku kalo dulunya pernah jadi barista di starbucks EX plaza wakakakakaka...., katanya dia senang sekali bisa kerja disana dulu, tapi yang paling susah katanya musti ngapalin resep produk baru dalam dua menit dan harus bisa langsung nge mix kopi2nya jadi segelas kopi yang enak dan siap minum “ready to drink”, weleh2 ko bisa2nya barista starbucks nyasar kekantor gue ya, dunia memang aneh, trus pas gue tanya ke dia “emang brapaan segelas rin satunya?”, “enempuluh rebu nyo”, “hah mahal bener rin?”, “mending gue makan es cincau aja dah” *nyetop abang2 cincau*.

12 February 2009

ngomong nggak jelas

"ya saya kan single, jadi nggak masalah kan?" *muka merah*

"i can choose anyone...." *mulai beler*

"suryo widiyanto siapa sih?, artis bukan sih dia???"

"nggak level lah sama dia..."    *wakakakakaka*

*muntah darah*


Mo nulis apaan ya gue jadi bingung? Heheh bingung, ya sudahlah lets talk about my story, hari minggu kemaren si wahyu dateng ke rumah gue, kata dia dia bosen banget dirumah dan emang lagi rame aja dirumahnya makanya dia cabut kerumah gue buat mengheningkan cipta sejenak Loh?, si wahyu ini by the way temen gue yang paling setia ama gue ampe sekarang, maklum doi rumahnya deket ama rumah gue, deket disini diasumsikan menggunakan motor, yups Cuma si wahyu yang rumahnya deket kalo naek motor, soalnya teman2 kuliah gue yang lain pada mencar2 rumahnya dan minimal harus naik bis atau malah naik kereta api…tuuut…tuuut…tuuut…., malah ada juga yang naik pesawat ulang alik, dan kapal laut. Lebaaaay....




Diumur yang udah agak2 hampir tuir ini (20an) lama kelamaan temen2 ya udah pada sibuk ama kehidupan mereka sendiri, eh apa gue yang kurang gaul yak? Akhir2 ini temen yang sering nelpon kerumah ya bisa diitung ama jari, tiga...yups tiga kalo ga salah, kalo ga wahyu ya hilmi kalo ga hilmi ya luna maya *huhuhuhuhu....*, nah kalo si hilmi ini masi nerusin ekstensinya di teknik sipil UI bareng ma Nicholas saputra (yang maen pelem aadc) maksudnyah?, rumahnya si hilmi diciputat, kalo dulu gue kesono buat ngerjain tugas abis balik dari kampus gue serasa ngelewatin 3 propinsi buat balik lagi kerumah, lah iya apa nggak, wong ngelewatin propinsi banten, DKI, ama Bekasi, hehehehe…jauh bener, loh ko jadi hilmi, buat hilmi balikin woooiii kalkulator casio algebra gueh!, lo kira kalulator bapak moyang lo apa, hey yu get stet met, wat yu get stet met abot ded, yu get met!!!, balik ke topik about wahyu, wahyu temanku ini dia adalah teman kuliah gue dulu, kita dulu kuliah bareng, naek kereta bareng, makan otak2 bareng di stasiun UI, beli mp3 bajakan di sta tebet, beli **** di ****, lari2 sambil **** sekarang dia udah jadi sarjana teknik dari UGM, dengan IPK 3 koma brapa gitu, rada ngiri juga sih gue tapi mogimanalagi, dia ngelanjutin kuliah sementara gue belom dan belom dan belom lagi, belom yuk.... nahlo, ada apa dengan belom, pusing mikirin biaya kuliah, masalahnya sapa yang mau ngasi beasiswa ke manusia dong-dong kayak gue ini, yang rela dan ridho ya pasti bokap dan nyokap gue, tapi apa mau dikata ayahku hanyalah seorang karyawan swasta yang kalo gambar masih pake meja gambar merek mutoh dan kalo buat tabel masi pake penggaris (bukan excel), padahal jaman udah canggih tapi tetep aja bokap gue gaptek nggak bisa autocad, pernah satu kali gue ajarin gambar di autocad, eh malah komputernya mledug hehehehe....



Si wahyu a.k.a. wahyu diyan puspianto ini dulu juga adalah temen TA gue di poltek, bagi yang belum tau TA apaan?, TA adalah sebuah tugas akhir yang harus dilakukan oleh seorang calon diploma tiga untuk dapat mendapatkan gelarnya menjadi ahli madya, ahli madya bisa disingkat menjadi Amd, tapi temen2 gue malu kalo make gelar itu, soalnya kalo dipake suka ditanyain ama orang2 Amd??? Duron? Apa celeron? Eh itu mah intel celeron ya wakwaaw....



Pertama kali gue kenal wahyu ya waktu deket2 mau TA getoh, kita kan sekelas abis itu kita jadian deh NAHLO? Hehehe ya nggak lah, alasan kita berdua ngerjain TA bareng yaitu karena kita satu PKL bareng, suka naek kereta bareng, rumah kita yang berdekatan (kalo naek motor) dan mempunyai cita2 mendasar bahwa ambil judul TA ga usah susah2 yang penting cepet lulus dan cepet keluar dari pus kampus. Padahal kalo dipikir2 sekarang dunia selepas kampus tuh begitu sangat2lah menyeramkan, padahal udah 4 taun gue laluin, tapi kok tetep serem ya???, bener2 seremnya ga ilang2, percayalah adik2ku sangat2 menyeramkaaaan....weleh2 weleh....1000x *musik serem*



Ada hal lucu sih yang masih gue inget sampe sekarang yang ga bakal gue lupa, jadi pas waktu mo ngerjain TA bareng gue pertama kali kerumahnya wahyu yang dipondok kelapa , gue ga tau itu didaerah mana tapi pas gue udah nyampe deket rumahnya gue ngerasa ada yang aneh yaitu “lah ini bukannya dulu tempat sunat gue?” wekekekekeke....., “iye kayaknya” *dalem ati*, nah pas ampe rumahnya wahyu, si wahyu nongol palanya keluar pintu “eh kenyo, mo ngapain kenyo?”, “mo ngerjain TA dodol”, “TA? TA apaan sih?”, “GA TAUK, BUKAIN PINTUUUU!!!!”, “hehehe...”, “eh norak... btw itu keknya tempat sunat gue dulu deh, watu kecil”, “lo kenal dokter itu?”, “lah lo disunat disitu juga???”, “sama dong ama gue!!!”, “gue juga waktu kecil disunat disitu juga”, damned... jadi itulah alasannya mengapa dua insan bodoh ini bersatu buat nyelesein TA, alasannya Cuma satu yaitu kita sama2 disunat sama dokter yang sama, wakwaw.... hehehehehe.....





Didepan stasiun :

“keretanya pendek nyo, nggak jadi ah”

“ok”



Didepan halte UI :

“lama bener bis kuningnya?”

“iya nih yu, kok lama ya...” *langsung naik ojek*



Didepan teman2 :

“nyo lo ngapain sih TA sama si wahyu?”

“dokter sunat gue samaan”



Didepan dosen pembimbing :

“apa alasan anda mengerjakan TA ini secara bersama-sama”

“dokter sunat kami sama bu”

“orang yang aneh”



Didepan penjaga perpus :

“bedua-duaan mulu ke perpusnya, kamu homo ya?”

“ya bu.....TTTTTAAAAAAAA!!!!!!” *gigit rak buku*



Diatas kereta :

“nyo ada ceker nyo, gimana nih, ada seceng ga?”

“nyantai...gue ada kok”

“sekalian nyo koran tempo gopek”

*by the way jaman dulu koran tempo kalo udah malem dikereta harganya gopek*

Lima ratus



penting ga sih “penting bangeeeet”



Eh iya btw ada apaan aja ya dulu dikereta bogor jakarta yang sempet happening?

Tukang tahu(masih juga dan masih aja, ga ada matinye tu tukang), tukang majalah bekas, tukang copet, tukang sapu, tukang ngamen (gue suka kalo yang basnya gede dan ada drum setnya apalagi kalo ada aura kasihnya) lo kira kereta nenek moyang lo, tukang mangga (kalo lagi musim mangga), tukang koran, tukang telor rebus (yang aneh aja gitu masa satunya gopek, curiga gue, jualan apa jadi relawan?)



Ps: semua ini hanya bisa terjadi pada KRL ekonomi jur jakarta-bogor, kalo naik yang ekspress dari UI ke tebet yang bayar 2000 diatas kalo malem2 semua itu ga ada, yang ada hanya zzZ...zzZ...zzZ... dan zzZ....pules tidurrr soalnya...ih kangen banget gue naek kereta malem2 lagi.



wakakakaka....



suka gubrak gue kalo inget jaman2 dulu itu. Hidup mahasiswa lah pokoknya





Oh empat tahun yang lalu...kemanakah dirimu kini?

Twitter gw kena suspend

Kan kemaren gue ngetwit sesuatu ya... eh tiba2 twitter gue kena suspend... gara2 gw ngomongin logo jojek (ojek onlen) yang emang mirip bange...