13 March 2014

10 Kecelakaan Pesawat terparah di dunia

Hai teman teman sedih juga ya lihat berita kecelakaan pesawat malaysian airlines dengan penerbangan MH-370 yang sampai saat ini belum ditemukan, nah kali ini suryowidiyanto.com akan merangkum berbagai kecelakaan pesawat terparah didunia yang pernah terjadi, simak faktanya berikut ini :






10. Kecelakaan Pesawat Korean Airlines Penerbangan 007, 1983 

Lokasi: Laut Okhatsk dekat Pulau Moneron, Uni Soviet
Korban Jiwa : 269
Korban Selamat : tidak ada


Pesawat Korean Airlines Penerbangan 007 sedang dalam perjalanan dari New York ke Seoul dengan transit di Anchorage, Alaska. Akibat kesalahan sistem navigasi, penerbangan dari Anchorage menuju Seoul menyimpang sedikit ke Utara, tidak lama setelah lepas landas. Setelah menyadari melalui jalur yang salah, kru pesawat mencoba mengembalikan ke jalur yang benar. Saat itu, pesawat berada di atas pangkalan militer Uni Soviet. Korean Airlines 007 memang tak seharusnya melewati pangkalan Soviet, melainkan melewati Samudra Pasifik dan Jepang. Tragisnya hubungan kedua negara adidaya itu (AS dan Uni Soviet) sedang tidak baik. Radar Uni Soviet mengira bahwa Korean Airlines 007 adalah pesawat mata-mata Amerika Serikat. Soviet lalu mengirim beberapa pesawat Sukhoi Su-15 untuk menembaknya. Setelah ditembak, api menyala di bagian belakang pesawat. Kemudian, pesawat itu menjadi tidak seimbang. Pesawat lalu jatuh ke laut Okhatsk 12 menit kemudian. Peristiwa ini menewaaskan 240 penumpang dan 29 awak. Kecelakaan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Korea Selatan.

















9. Kecelakaan Pesawat American Airlines Penerbangan 191, 1979 

Lokasi: Bandara O’Hare, Des Plaines, AS 
Korban Jiwa : 273 orang
Korban Selamat : 2 orang


American Airlines Penerbangan 191 adalah sebuah pesawat Mcdounnall Douglas DC-10 yang jatuh di kompleks Chicago. llinois, Amerika Serikat saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional O’Hare pada 25 Mei 1979. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 258 orang dan 13 awak ditambah 2 orang di darat, dan hingga kini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Chicago menuju Los Angeles dan telah bersiap untuk lepas landas. Saat lepas landas (tepatnya ketika rotate – menaikan hidung pesawat), mesin kiri pesawat terayun-ayun dan terlepas. Ketika terlepas, mesin tersebut mengenai bagian depan sayap dan merusak sistem hidrolik pesawat secara keseluruhan. Ketika menyadari apa yang terjadi, pilot melambatkan kecepatan pesawat. Pesawat tersebut menjadi miring ke kiri dan jatuh di lapangan kosong dekat tempat parkir trailer di ujung landasan. Puing-puing mesin kiri pesawat ditemukan berceceran di landasan pacu sesaat setelah pesawat tersebut jatuh.


















8. Kecelakaan Pesawat Iran Airlines Penerbangan 655, 1988 

Lokasi: Teluk Persia
Korban Jiwa : 290 orang
Korban Selamat : tidak ada


Iran Airlines Penerbangan 655 (IR655) adalah pesawat Airbus A300 komersial yang ditembak jatuh oleh rudal kapal perang AS USS Vincennes pada 3 juli 1988, di atas Selat Hormuz, pada akhir masa perang Iran-Irak. Pesawat ini sedang terbang dari Bandara Abbas Iran ke Dubai Uni Emirat Arab ketika dihancurkan oleh rudal AS. Kejadian ini menewaskan seluruh 290 penumpang dan awak kapal, termasuk 66 anak-anak. Ini adlah angka kematian tertinggi dari semua insiden penerbangan di Samudra Hindia dan semua insiden yang melibatkan Airbuss A300 di dunia. Saat itu Vincennes sedang melewati Selat Hormuz, di dalam wilayah perairan Iran, dan saat serangan, IR655 juga dalam berada dalam wilayah udara Iran. Menurut pemerintah AS, para kru mengidentifikasi IR655 sebagai pesawat tempurF-14 Tomcat. Sedangkan menurut pemerintah Iran, Vincennes sengaja menembak jatuh pesawat sipil. Pada tahun 1996, Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan dalam penyelesaian yang terkait dengan insiden itu di Mahkamah Internasional. AS setuju untuk membayar US$ 61.800.000 sebagai kompensansi kepada keluarga korban Iran. Namun secara resmi, AS tidak pernah mengaku bersalah atau meminta maaf kepada Iran.
















7. Kecelakaan Pesawat Air Afrika Crash, 1996 

Lokasi: Kinshasa, Republik Demokratik Congo
Korban Jiwa : 300 orang
Korban Selamat : 2


Ini adalah kecelakaan pesawat udara paling mematikan bagi manusia di darat. Tidak banyak informasi tentang kecelakaan ini, mungkin karena lokasi dan ilegalitas. Pesawat kargo yang disewa dari Rusia ini, dalam kondisi kelebihan beban, mungkin membawa senjata untuk kelompok militer Angola. Saat tingal landas, pesawat tidak mencapai kecepatan yang tepat, namuntetap berusasha untuk terbang. Akhirnya, pesawat menabrak pasar di dekatnya dan meledak dalam bola api, membunuh sekitar 300 orang, termasuk 2 awaknya dan 253 luka parah.
















6. Kecelakaan Pesawat Saudi Penerbangan 163, 1980 

Lokasi: Riyadh, Arab Saudi
Korban Jiwa : 301 orang
Korban Selamat : tidak ada


Enam menit setelah Saudia 163 Airlines lepas landas dari Riyadh, terdengar peringatan tentang asap di dalam kompartemen kargo. Para kru menghabiskan empat menit untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, lalu akhirnya kembali ke bandara. Kerusakan akibat api memaksa mereka untuk mematikan mesin bagian tengah. Pesawat mendarat dengan selamat, tetapi pesawat terus bergulir di landasan, menjauh dari kendaraan darurat yang sedang menantinya. Akibatnya, penyelamatan pun terlambat. Ditambah lagi, pintu-pintu tidak dapat dibuka oleh petugas penyelamat sampai lima belas menit setelah pendaratan. Akibatnya, semua penumpang dan awak pesawat meninggal karena menghirup asap selama awal evakuasi. Setelah kejadian ini, sumber api masih belum dapat diketahui.

















5. Kecelakaan Pesawat Iran ILyushin II-76, 2003 

Lokasi: dekat Kerman, Iran
Korban Jiwa : 302 orang
Korban Selamat : tidak ada


Kecelakaan Iran IIyushin II-76 adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di Iran. Kecelakaan yang terjadi tanggal 19 Februari 2003 ini, menewaskan 302 orang, kebanyakan dari mereka anggota Garda Revolusi Iran. Kecelakaan ini memiliki sedikit sekali informasi. Laporan resmi mengatakan penyebab dari kecelakaan ini adalah akibat cuaca buruk, yaitu angin kencang dan kabut tebal. Beberapa sumber berspekulasi bahwa kecelakaan itu mungkin akibat tabrakan di udara, masalah mekanis, atau aksi teroris.


















4. Kecelakaan Pesawat Turkish Airlines crash (Penerbangan 981), pada tahun 1974 

Lokasi: Ermenonville, dekat Senlis, Prancis
Korban Jiwa : 346 orang
Korban Selamat : tidak ada


Turkish Airlines Penerbangan 981 adalah kecelakaan pesawat dengan angka kematian tertinggi di Prancis dan angka kematian tertinggi dari semua kecelakaan pesawat DC-10 di dunia. Tanggal 3 Maret 1974, pesawat ini terbang dari Paris menuju London. Ketika terbang di atas kota Meaux, Prancis, terdengar suara ledakan dari pintu kargo belakang. Kemudian lantai kabin diatas kargo runtuh, menghancurkan kendali pesawat. Para pilot berjuang untuk mengendalikan pesawat selama 72 detik sebelum akhirnya jatuh di hutan. Pesawat pun hancur dan menewaskansemua penumpang serta awaknya. Penyebab dari kecelakaan ini adalah akibat kerusakan pintu kargo belakang.
















3. Kecelakaan Pesawat di Charki Dadri, 1996 

Lokasi: Charkhi Dadri, India
Korban Jiwa : 349 orang
Korban Selamat : tidak ada


Pada 12 November 1996, Kazakhstan Airlines penerbangan 1907 yang membawa 27 penumpang dan 10 kru akan mendarat di bandara Delhi, India. Kru kokpit memiliki keterbatasan berbahasa Inggris sehingga mereka hanya mengandalkan operator radio Kazakhstan. Saat itu, pesawat aman untuk turun hingga ketinggian 4.600 kaki, tetapi operator radio gagal menginformasikan kepada kru tetap pada ketinggiannya, pesawat pun terus mengurangi ketinggiannya. Sementara, Saudi Arabian Airlines Boeing 747 yang membawa 312 penumpang lepas dari bandara Delhi dan mengarah ke pesawat Kazakhstan. Kru pesawat diinformasikan aman hingga ketinggian 4.300 kaki. Pada saat yang sama, pesawat Kazakhstan telah turun melewati ketinggian 4.300 kaki, dan pastilah pesawat ini melintas di bawah pesawat Arab Saudi. Namun celakanya, operator Kazakhstan baru menginformasikan kru agar tetap pada ketinggian 4.600 kaki. Secara otomatis, kru pesawat menaikkan lagi pesawatnya, hingga akhirnya tabrakan pun tak bisa dihindari. Semua penumpang kedua pesawat, yaitu 349 orang tewas. Ini merupakan tabrakan di udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan.



















2. Kecelakaan Pesawat Japan Airlines penerbangan 123 

Korban jiwa: 520
Korban selamat:4


Pesawat Boeing 747 milik maskapai Japan Air Lines (JAL) jatuh dekat Gunung Fuji setelah lepas landas dari TokyoJepang untuk penerbangan domestik. Kecelakaan disebabkan oleh bagian ekor pesawat yang lepas sekitar 12 menit setelah lepas landas. Terlepasnya bagian ekor ini merusak sistem hidrolik pesawat secara keseluruhan. Akibatnya, pesawat hanya melayang-layang "tak terkendali" selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya jatuh di Pegunungan Fuji. Info:menurut info korban yang selamat pada saat sesudah kecelakaan masih ada banyak korban selamat.beberapa menit sesudah pesawat jatuh sebuah helikopter milik tim SAR Jepang melihat reruntuhan pesawat.ketika helikopter ingin mendarat tiba-tiba helikopter pergi karena di panggil oleh markas.lalu tidak kembali lagi.bantuan baru datang sekitar 12 jam kemudian dan korban yang selamat hanya empat orang saja.tapi sesudah helikopter milik jepang melihat kecelakaan itu sebuah pesawat milik militer Amerika melihat kecelakaan tersebut dan menawarkan bantuan ke pihak Jepang tetapi pihak jepang menolak bantuan dari amerika tersebut.sampai sekarang keluarga korban yang meninggal dunia masih menyesal kepada Jepang karena menolak bantuan dari Amerika tapi sampai sekarang tidak diketahui siapa yang menolak bantuan dari Amerika.













1. Kecelakaan Pesawat di Tenerife, 1957 

Lokasi: Bandara Tenerife, Kepulauan Canary
Korban Jiwa : 582 orang
Korban Selamat : 61


Korban jiwa yang paling banyak termakan adalah kecelakaan berikut ini: Pada 27 Maret 1977, dua Boeing 747 bertabrakan di Bandara Internasional Los Rodeos di Tenerife, Kepulauan Canary. Pesawat yang terlibat, yaitu Pan Am Pnerbangan 1736 dan KLM Penerbangan 4805. KLM melakukan lepas landas di satu-satunya bandara tersebut tanpa izin dari Air Traffic Controller (ATC). Pada saat yang sama, Pan Am sedang menyeberangi landasan yang sama untuk bersiap berangkat. Pilot KLM sempat memaksa pesawatnya lepas landas, namun baru menempuh 30 meter pesawatnya menabrak Pan Am. Jumlah korban tewas dari pesawat Pan Am adalah semua 234 penumpang dan 14 awaknya, sedangkan Pan Am 9 dari 16 awak tewas dan 265 dari 317 penumpang tewas. Kecelakaan ini merupakan peringkat tertinggi kematian manusia dalam sejarah penerbangan. Investigasi menunjukkan bahwa, selain usaha lepas landas KLM tanpa izin ATC, kecelakaan ini disebabkan juga oleh kebingungan pilot kedua pesawat oleh intruksi ATC yang berlogat Spanyol, serta pilot KLM tidak menggunakan bahasa standar penerbangan sehingga membingunkan ATC. Selain itu, peralatan komunikasi dan lainnya juga tidak memadai untuk mengawasi pergerakan pesawat. Kondisi ini diperparah oleh kabut tebal yang melanda daerah itu.

Sumber

nah itu teman2 kecelakaan pesawat terparah yang pernah terjadi di dunia, semoga bermanfaat.


2 comments:

Jangan Ragu untuk Berkomentar... Ayo kamu bisa....