Skip to main content

Mau jadi Presiden di 2024? miliki 3 syarat ini! syarat no.2 bikin melongo

 Anda pasti sudah tahu bahwa Pemilu di indonesia dilaksanakan selama 5 tahun sekali, pemilihan umum di indonesia adalah sarana atau acara besar untuk memilih Presiden dan wakil presiden, anggota dpr dan wakil rakyat yang lainnya.

Pemilu di indonesia agendanya selalu jadi ajang untuk para kandidat menampilkan slogan slogan, cita cita kepemimpinan saat berpidato, semuanya pasti mengusung ideologi-ideologinya masing-masing hingga terpilihnya dua calon kandidat kuat, hingga kedua kandidat ini saling serang dalam berpolitik, sampai-sampai cara tidak sehat pun ditempuh bahkan cara kotor sekalipun rela dilakukan.

Cara yang tidak sehat ini sampai mengakar pada hati para pemilih, simpatisan calon presiden ini sampai marah bila teman atau sahabat karib tidak sejalan ideologi politiknya, hanya karena perbedaan pilihan capres sampai-sampai pertemanan hancur, sampai-sampai kisah cinta kandas ditengah jalan, anak dan orangtua saling bermusuhan bahkan mengakibatkan seseorang di kick dari grup chatting.

Di negara indonesia ini yang pemilihan presidennya dilakukan secara langsung merupakan hal yang tergolong baru dan masih belum banyak pengalaman, karena pilpres secara langsung barulah dilakukan ketika SBY menjadi pemenang ketika itu, saya sih sudah barang tentu paham kalau mau jadi presiden di Indonesia, masyarakat pastilah akan memilih keterwakilan mereka di pucuk kepemimpinan ini dengan 3 syarat utama, 3 syarat utama ini adalah kunci keberhasilan capres untuk menang dalam pemilu,  yang barang tentu menang dengan suara terbanyak, apa saja itu 3 syarat mutlak seseorang akan jadi unggulan di tiap pemilu?

Ketiga syarat itu adalah kesamaan SUKU, AGAMA dan RAS, jika ketiga aspek tadi dimiliki oleh salah satu kandidat, pasti raihan suara terbanyak akan didapat, nah apa saja aspek yang menjadi keterwakilan rakyat didalam kesuksesan calon pemimpin indonesia? jawabannya ada disini :


1. Keterwakilan Agama

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, maka dari itu calon pemimpin indonesia dengan raihan suara terbanyak haruslah beragama islam. Dan selama indonesia berdiri sepertinya sudah lazim ditemui pemimpin indonesia selalu beragama Islam, belum pernah ada yang non muslim, karena mayoritas pemilih memiliki agama islam. makanya di medsos banyak bersliweran isu atau fitnah untuk menjatuhkan lawan politik dengan isu agama, karena jika suatu kandidat sudah tercemar keagamaannya atau blunder soal agama maka pemilih akan berpaling ke kandidat lain, sangat logic bukan.


2.Keterwakilan Suku

Indonesia memiliki beragam suku, namun menurut statistik dan faktanya, di Indonesia suku yang paling banyak penduduknya adalah suku jawa, itu fakta.... karena jumlah penduduk yang tinggi maka jawa memegang peranan penting dalam tiap pemilu di Indonesia, jadi ya jangan heran jika presiden dan isi kabinet berisikan orang jawa, pemenang pemilu adalah kandidat dengan keterwakilan jumlah suku dengan anggota terbanyak, kalau melihat statistik ya jawa adalah kunci, maka dari itu kalau mau jadi pemimpin indonesia ya musti dari orang jawa atau kalau dari suku lain harus bisa menarik hati orang jawa untuk memilih, karena secara psikologis setiap orang akan memilih pemimpin yang sama sukunya dengan suku dari si pemilih, itu sudah jadi hal yang mendasar dalam memilih pemimpin, tidak mungkin orang dengan suku A tiba-tiba memilih suku B hanya karena retorika iklan di tv, hati tidak bisa dibeli gelombang yang sama akan tersambung dengan gelombang yang sama, itu semua karena mayoritas penduduk indonesia ini adalah suku jawa, kurang lebih 95juta penduduk indonesia bersuku jawa, jadi jangan menyepelekan keterwakilan suku didalam pemilu, jumlah anggota suku terbanyak sudah pasti akan mempengaruhi jumlah suara yang terkumpul, sekali lagi mohon maaf untuk suku lain, namun sepertinya kalau mau jadi mayoritas ya mereka harus memperbanyak jumlah anggota sukunya. 



Makanya sudah lazim jika para presiden indonesia paling banyak ya dari suku jawa, mulai dari Soekarno, Soeharto, Megawati, Gusdur, SBY Soesilo bambang yudhoyono, hingga Jokowi semuanya memiliki darah jawa yang kental, maka dari itu suku jawa dengan jumlah masyarakat terbanyak akan membuktikan suara mereka di pemilu indonesia dengan memilih calon yang mewakili kesukuannya tersebut. gimana? sangat masuk logika bukan.

bisa dilihat disini >> Daftar suku di indonesia


3. Keterwakilan Ras

Keterwakilan ras, keterwakilan ras ini sebenarnya tidak berdampak sangat dominan didalam pemilu karena ras atau warna kulit siapa saja tidak mempermasalahkan dari hal tersebut, mungkin lebih kepada postur tubuh biasanya postur tubuh yang lebih tinggi yang akan menang, bahkan di amerika saja orang-orang sudah bisa menerka calon presiden yang akan menang adalah calon presiden yang lebih tinggi dari kandidat lainnnya, ibu-ibu pasti memilih calon yang gagah ketimbang yang loyo, pada akhirnya kepercayaannlah yang akan menggiring pemilih untuk mencoblos calon pemimpinnya itu, apakah ada story kuat dibalik pemilihan itu, citra yang baik akan mengalahkan citra yang biasa-biasa saja. drama-drama dan polemik kecil akan membuat pemilih condong untuk memberikan suaranya. Jadi kalau ada capres yang islam, jawa dan tinggi tegap di 2024 nanti bukan tidak mungkin sejarah akan berulang. Anda boleh tidak setuju dengan pemikiran saya namun statistik membuktikan.



Comments